RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Kasihan Bantul
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Mata Pelajaran : Biologi
Tema : Sistem Gerak
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Tahun Ajaran : 2016/2017
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengembangkan
perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan,
gotong-royong, kerja sama, cinta damai, responsive dan pro-aktif) dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami
dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural, dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.
Kompetensi
Dasar
3.5
Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak
dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak
serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui
studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.
4.5
Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan
gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia melalui berbagai bentuk
media presentasi.
C.
Indikator
1. Menyebutkan
sistem rangka
2. Menjelaskan
fungsi sistem rangka
3. Menerapkan
struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia
4. Menjelaskan
proses pembentukan sistem rangka
5. Menganalisis
hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan
mengaitkan dengan bioprosesnya
D.
Tujuan
Pembelajaran
1. Siswa
dapat menyebutkan sistem rangka
2. Siswa
dapat menjelaskan fungsi sistem rangka
3. Siswa
dapat menerapkan struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia
4. Siswa
dapat menjelaskan proses pembentukan sistem rangka
5. Siswa
dapat menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem
gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya
E.
Materi
Pembelajaran
1. Materi
Fakta

Tulang rawan hialin Tulang
rawan elastis

Tulang rawan fibrosa Tulang
keras
2. Materi
Konsep
a. Jenis
Tulang
1. Tulang
rawan (kartilago)
Tulang
rawan bersifat lentur (elastic). Pada orang dewasa tulang rawan terdapat pada
telinga, ujung hidung, dan ruas antartulang belakang. Tulang rawan disusun oleh
sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit, kondrosit yang matanng dibentuk
dari sel-sel tulang rawan muda yang disebuut kondroblas. Tulang rawan
diselubungi oleh selaput yang disebut perikondrium.
Tulang
rawan dibedakan menjadi tulang rawan hialin, serat (fibrosa), dan elastin.
Tulang rawan hialin terdapat pada semua rangka janin yang belum menjadi tulang.
Tulang rawan serat dapat dijumpai pada ruas tulang belakang. Tulang rawan
elastin terdapat pada telinga luar dan epiglotis.
2. Tulang
sejati (osteon)
Tulang
terdiri dari osteosit dan matriks. Osteosit merupakan sel-sel tulang
matang pembentuk tulang. Osteosit
dibentuk oleh osteoblas. Osteoblas merupakan sel-sel tulang muda. Selain
osteoblas, terdapat osteoklas yang merupakan sel-sel besar berinti banyak serta
berfungsi untuk memindahkan matriks dari tulang lama dan menyisakan ruang untuk
pembentukan tulang baru. Tulang lama senantiasa mengalami proses daur ulang
materi untuk pembentukan tulang (resorpsi).
b. Osifikasi
(proses pembentukan tulang)
Osifikasi
terjadi pada tulang pipa, misalnya pada tulang lengan. Prosesnya mula-mula
pembuluh darah masuk ke perikondrium di bagian tulang diafise. Keadaan ini
merangsang sel perikondrium berkembang menjadi osteoblas dan memproduksi tulang
keras di bagian lengan.
Bagian
tengah tulang lengan kemudian terisi pembuluh darah dan osteoklas. Bagian
tengah tulang lengan mengalami pengikisan oleh osteoklas sehingga tulang
membentuk rongga sumsum. Tulang rawan terus tumbuh memanjang, yang kemudian
digantikan oleh tulang spons.
F.
Metode
Pembelajaran
Pendekatan
: Scientific
Approach
Model : Discovery Learning
Metode : Ceramah, praktikum, diskusi
G.
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
Alur
|
Sintaks Discovery Learning
|
Tahap Saintific Aproach
|
Kegiatan
|
Alokasi Waktu
|
|
|
Guru
|
Siswa
|
||||
|
Kegiatan awal
|
|
|
·
Guru menyampaikan salam dan mengkondisikan siswa agar siap belajar.
·
Guru menanyakan kabar siswa.
·
Guru memimpin doa.
·
Guru melakukan presensi dengan mengabsensi setiap siswa.
|
·
Siswa menjawab salam dan menempati tempat duduk dengan rapi.
·
Siswa menyebutkan kabar mereka.
·
Siswa melakukan doa.
·
Siswa menunggu di absensi.
|
15 menit
|
|
·
Guru melakukan apersepsi, dengan mengajukan pertanyaan: “Apa yang kalian ketahui tentang system
gerak”
|
·
Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
|
||||
|
·
Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk menjaga kesehatan tulang.
|
·
Siswa termotivasi untuk menjaga kesehatan tulang.
|
||||
|
·
Guru menyebutkan tujuan pembelajaran tentang struktur dan pembentukan
tulang..
·
Guru mereview materi untuk
mengetahui pemahaman siswa .
|
·
Siswa mengetahui tujuan pembelajaran tentang struktur dan
pembentukan
tulang.
·
Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
|
||||
|
Kegiatan Inti
|
Simulation
|
Mengamati
|
·
Guru menjelaskan tentang struktur tulang.
·
Guru menjelaskan mekanisme / proses pembentukan tulang dengan
menunjukkan video pembelajaran .
·
Guru membimbing siswa untuk membentuk 5 kelompok, dengan setiap
kelompok beranggotakan 4- 5 siswa.
·
Guru menjelaskan langkah kerja dalam percobaan sederhana struktur
tulang.
·
Guru membagikan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan
struktur tulang.
|
·
Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang struktur tulang..
·
Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang mekanisme proses
pembentukan tulang.
.
·
Siswa membentuk lima kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 4- 5
siswa.
·
Siswa memperhatikan instruksi guru.
·
Siswa menerima alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan struktur
tulang.
|
65 menit
|
|
Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)
|
Menanya
|
·
Guru merangsang siswa untuk bertanya terkait dengan percobaan struktur
tulang.
·
Guru membimbing siswa untuk membuat hipotesis (jawaban sementara) dari
pertanyaan yang telah dibuat oleh
siswa.
|
·
Siswa membuat pertanyaan terkait perubahan tulang yang akan
dipraktikumkan.
·
Siswa membuat hipotesis terkait dengan percobaan.
|
||
|
Data collection (Pengumpulan Data).
|
Mengumpulkan Data
|
·
Guru membimbing siswa untuk melakukan percobaan pengamatan perbedaan
struktur tulang dengan yang belum/sudah
diberi penambahan HCl.
|
·
Siswa melakukan percobaan pengamatan perbedaan struktur tulang dengan
yang belum/sudah diberi penambahan
HCl. .
|
||
|
Data Processing(Mengolah data)
|
Mengasosiasikan.
|
·
Guru membimbing siswa menyajikan hasil percobaan dalam tabel yang
telah disediakan di LKS.
·
Guru membimbing
siswa
untuk membandingkan kedua hasil percobaan dengan teori yang ada di dalam buku
siswa dan sumber lain, untuk membuktikan hipotesis yang telah dibuat.
|
·
Siswa menyajikan data dengan cara mengisi tabel pengamatan yang ada di
LKS.
·
Siswa
membandingkan
kedua hasil percobaan dengan teori yang sudah ada di dalam buku siswa dan
sumber lain untuk membuktikan hipotesis yang telah dibuat.
|
||
|
Verification (Pembuktian)
|
|||||
|
|
|
Mengkomunikasikan
|
·
Guru membimbing siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan hasil
percobaannya.
·
Guru memberikan klarifikasi dari hasil
diskusi siswa.
|
·
Siswa secara berkelompok mendiskusikan hasil percobaannya.
·
Siswa memperhatikan klarifikasi yang diberikan guru.
|
|
|
Kegiatan Akhir
|
Generalization (menarik kesimpulan)
|
·
Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa terkait dengan materi
yang belum dipahami.
·
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran terkait struktur
dan proses pembentukan tulang..
·
Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberikan soal sebagai tugas
rumah.
·
Guru menutup pembelajaran dan memberikan penegasan pentingnya menjaga
tulang.
|
·
Siswa bertanya kepada guru terkait materi yang belum dipahami.
·
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran terkait struktur dan
proses pembentukan tulang.
·
Siswa menerima soal yang diberikan guru.
·
Siswa termotivasi untuk menjaga kesehatan tulang.
|
10 menit
|
|
H.
Media
/ Alat / Sumber
Media : Powerpoint dan Torso
Alat : Papan tulis, spidol, proyektor
Bahan : Lembar Kerja Siswa, bahan
praktikum (tulang ayam dan HCl)
Sumber :
-
Safitri, Ririn, dan Bowo Sugiharto.
2014. Biologi Peminatan Matematika dan
Ilmu-Ilmu Alam untuk SMA / MA Kelas XI. Surakarta : CV Mediatama .
-
Ferdinand P, Fictor., dan Moekti
Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 2
: untuk Kelas XI SMA / MA Program IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
I.
Penilaian
|
Kompetensi
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
|
Penilaian
Sikap
|
Observasi
|
Lembar
observasi (terlampir)
|
|
Penilaian
Keterampilan
|
Observasi
|
Lembar
observasi (terlampir)
|
|
Penilaian
Pengetahuan
|
Penugasan
|
Soal
(terlampir)
|
Yogyakarta, 7 Oktober 2016
Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa
PLP
Sulastri,
S.Pd. Rizky
Tika Pratiwi
NIP
19670831 199001 2002 NIM
13680022
thanks udh membantu
BalasHapus